Puan Dengan Puisinya

karya: Giska Chaerunisa


Tercipta oleh takdir semesta,

tumbuh di kolong langit sebagai manusia

dengan kepala yang awalnya hampa. 

hingga masa yang membuat kepalanya terisi begitu saja


Ia hanya seorang puan,

yang tidak peduli hari ini tertawa bahagia atau merengek kesakitan

Ian hanya seorang puan,

yang hobu mendengarkanmerdunya suara hujan 


Puisi membawanya pada aksara,

yang rumit namun Ia senang memahaminya 

fiksi membawanya semakin takut pada realita,

namun membuatnya belajar bahwa

isi kepala manusia mampu mengalahkan luasnya samudra